Sunday, March 16, 2008

Indonesia = Proyek SimCity Gagal


SimCity. Sapa sih yang ngga pernah main? Game kucluk tentang mbangun kota itu loh..dan ternyata setelah semalem aku balek lagi ke SimCity edisi taun jebotku ternyata Betara Guru turun ngasi wangsit ke kepalaku yang ngga jelas apa isinya. Yah, Si Betara Guru ini memang selalu datang pada saat yang ngga enak untuk ngasi wangsit. Pada saat beol misalnya. Atau pas lagi nonton bokep. Atau pas lagi ngintip pembantu sebelah mandi. Atau pas lagi ngupil sewaktu males kerja dikantor. Ya ngerti kan?

Ya jadi begini..menurut Betoro Guru ternyata Indonesia ini adalah sebuah proyek SimCity yang gagal. mau tau kenapa..? Begini nak....

Pada saat permulaan main, setiap player mesti punya pilihan; menjadi produsen (berangkat dari kota agraris) atau bermula bikin kompleks commercial atau kompleks pabrik (industrial).

Standar permulaan adalah membuat kompleks agraris sampai mencapai surplus pangan, baru setelah itu diekspor ke kota lain. Cara ini lebih mudah karena modal yang diperlukan lebih sedikit dan memiliki kelemahan biasanya waktunya lama bener untuk mencapai surplus.

Standar yang lain adalah membangun kompleks komersial dan disitu para rakyat akan mengisi kompleks komersial ini dengan kantor-kantor yang dari situ duit pajak bisa dicatut.

Dan menurut wangsit yang Sultan Dito terima, Player1 (baca=pemerintah) memilih pake skenario kedua dimana Player1 lebih milih untuk bikin kompleks komersial dengan modal awal pinjem di bank (di SimCity juga ada opsinya) pinjem pinjem pinjem..jebret bikin commercial complex disini, jebrot bikin commercial complex disitu.

Sampai pada suatu titik pihak bank sudah ngga mau ngasi pinjaman lagi karena jumlah angsuran ga akan bisa terbayarkan kecuali gamenya direset. Pada titik ini biasanya Player1 akan dibego-begoin sama penonton dan dikatain copo (pengalaman pribadi)

Jalan keluar paling nalar biasanya adalah menaikkan pajak di commercial complex dan industrial complex sampai batas yang gila-gilaan, potong subsidi sini naikkan pajak disitu...hal ini beresiko tinggi, karena penghuni kota akan minggat ke kota sebelah, atau tingkat unhappynya gede banget yang bikin tingkat kriminalitas SimCity tinggi. kalo di Tropico sih..biasanya Player1 akan dikudeta dan Player1 akan cabut dari Islandnya sambil tidak lupa membawa sekoper data rekening bank Swiss

Masalah yang timbul biasanya adalah pada suatu waktu terjadi kekurangan pangan karena sektor agriculture SimCity akan sampai ke tingkat mengkhawatirkan, dan pada waktu itu pembangunan ulang sektor ini sudah agak terlambat karena sektor ini baru bisa ngasi profit setelah jangka waktu tertentu.

Kalau sudah sampai pada titik itu ya sudah, ga bisa ngapa-ngapain kecuali reset game dan bikin kota baru.

Tentu saja, itu kan game, sementara kita ngomongin masalah negara yang di dalamnya ada banyak manusia. Disini saya sebagai seorang warga negara yang baik mencoba memberi solusi dari sektor pariwisata :

  1. Jalan Indonesia sudah pada bolong-bolong..mungkin kita bisa bikin 'Java Offroad World Tour' dimana kita mengundang Offroader dunia untuk reli di jalan protokol Indonesia...satu-satunya di dunia yang menawarkan offroad di dalam kota!!!
  2. Venezia adalah satu-satunya kota kanal..mungkin kita bisa memanfaatkan ini dengan jalan memberi gondola pada para abang becak, jadi bila banjir para wisatawan dapat menikmati sepoi udara tropis, hangatnya matahari tropis, desir air, ombak yang mengalun, semua dalam jalan protokol di kota besar Indonesia.
Tapi yah..itu cuman saran saya aja..toh kalo ngga didenger ya paling aku cuman mengelus jenggot yang mulai ditumbuhi uban. Mungkin ujian masuk PNS sekarang kudu maen SimCity sampe bisa profit kali yah...
Mikir tentang jenggot, kayanya kudu cukur ke Padang nih...

3 comments:

ndutz said...

wadoh
ceritanya nie mengkritik pemerintah
ati ati tulisannya wkakakakakaka

sesy said...

aku g pernah main sim city. tp cara mengkritik yg bagus. he he he.

Frisna said...

Ntar kalo sukses Java Offroad World Tour jangan lupa adakan juga di Padang ya :-)

Wow wangsit Si Betara Guru mantap banget ni mas Dito's. Btw apa ngak kemahalan tuh ongkos cukur jenggotnya klo ke Padang ? he..he..he...