
Grand Theft Auto adalah game bergenre yang bisa dibilang revolusioner, sejak pertama kali rilis di tahun xxxx (isi sendiri;lupa tahunnya). Kenapa revolusioner? Karena game ini memadukan race, shooting, adventure, stealth, role-playing dan sex game dalam satu wadah (oke, mungkin fasilitas sexgame ini sudah dihapus untuk seri Indonesianya).
Pertama kali aku main GTA itu GTA 3, dimana dia jadi kucluk mafia sok keren yang anehnya ngga pernah ngomong sekalipun. Fitur favorit untuk seri ini : kejar-kejaran dengan mobil polisi dengan menggunakan tank. Menyenangkan, teman. Dari sini aku belajar bahwa cara melumpuhkan orang terbaik menggunakan senjata chainsaw adalah dengan memotong tangannya dulu, baru kakinya. Menggunakan chainsaw pada dada seseorang hanya akan berakibat disorientasi sesaat yang disebabkan muncratnya darah dari arteri besar, yang pada akhirnya memperlambat gerakan (bukan ngajarin loh)
Seri kedua yang aku mainkan adalah GTA Vice City, disinilah elemen adult mulai diperkenalkan. Oke, elemen adult di game ini hanya sampingan, karena disini sang developer, Rockstar North, sebuah perusahaan developer Skotlandia, mulai bereksplorasi dari sisi audio. Lumayan juga, yang biasanya suatu game memiliki sontrek yang statis, di game ini player sudah bisa berinteraksi dengan mengubah channel 'radio' di kendaraan yang dia naikin.

...dan sekarang keluarlah GTA 4. Apa istimewanya GTA 4 ini? Disini pihak developer mulai kembali mengutak-atik segi audionya. Dari beberapa review yang aku baca, dijelaskan bahwa 'pemain bisa memiliki opsi untuk membeli mp3 soundtrack game secara online SEWAKTU bermain game ini. Wow. Revolusioner. Sejauh ini komersialisasi di game masih belum terlalu dilirik, sepanjang yang aku tau ada di sebuah game skateboard (mungkin salah satu seri Tony Hawk), dimana Red Bull, lengkap dengan logonya, merupakan energy drink 'resmi'game, yang akan muncul sebagai sebuah icon Red Bull, yang bila Player mengklik maka Player akan berstatus "Full Recovery" atau "Special Mode On" gitu, yang akan meningkatkan status abilitynya (lupa bos, maklum dah lama). Namun game ini dikritik di sebuah review sebagai "annoying red blue icon that pops up in every scene of the game". Setelah itu, ngga terlalu banyak developer yang memasukkan iklan dalam elemen game, dan hanya terbatas sebagai billboard di platform kota di in-game, misalnya.
So, kembali pada GTA 4. Aku belum mainkan, tapi dilihat dari fiturnya, kelihatannya game ini menawarkan minimal 20 soundtrack (patokan dari seri Need For Speed) dengan fitur online community (semacam The Sims 2?) Kalau yang terakhir ini sih cuman nebak aja, soalnya pasti rame banget bayangin The Sims 2 versi GTA, dimana suatu kota, yang dipenuhin oleh gangster yang dengan riang gembira berlarian kesana kemari tembak-menembak, tikam-menikam, gorok-menggorok, ditengah suasana ceria ala The Sims 2...online dan dilengkapi fasilitas chat pula! Aku pasti coba game semodel itu
Jah, ngelantur lagi..ok, balik ke GTA 4. dilihat dari fiturnya...er, tadi sudah...ya wes,sukses lah Rockstar North dengan GTA nya.

0 comments:
Post a Comment